<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Lintasan Bunda</title>
	<link>http://risvya.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Mar 2006 12:45:43 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Bulan kedua</title>
		<description>	15 Maret 2006
Sebelum mimi pagi (jelang shubuh) Ima memandang bunda sambil tersenyum. Nyess&#8230;dia menanggapi senyum bunda untuk pertama kalinya.
	Setelah itu ia banyak tersenyum saat diajak bicara
	16 Maret 2006
Mengoceh lebih banyak lagi. Lebih ribut dari biasanya.

 </description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/03/17/bulan-kedua/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Jika si kecil mendebat</title>
		<description>	Kabarnya, anak usia 3-4 tahun cenderung suka mendebat. Kata-kata
favoritnya adalah &#8220;kenapa&#8221;, &#8220;tapi&#8221;, atau &#8220;tidak&#8221; (dan sejenisnya, tentu).
	Ini adalah fase normal, kata Ruth A. Peters seorang psikolog yang
menulis buku Laying Down the Law: The 25 Laws of Parenting. Prilaku
mendebat, dalam psikologi perkembangan anak termasuk prilaku
negativisme-fase normal yang umum terjadi pada anak ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/03/17/jika-si-kecil-mendebat/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Proses belajar anak</title>
		<description>	Seorang anak dalam proses belajarnya ( learning prosess) bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor:
	1.      Faktor internal:
a.      kemampuan kognisi: kemampuan kognisi walaupun bisa diasah , tapi kemampuan setiap anak berbeda. Ada anak yang memang terlahir genius dan hanya memerlukan usaha yang sedikit ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/03/17/proses-belajar-anak/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Cerita Kelahiran (3)</title>
		<description>	Benar saja, segera setelah infus dipasang, rasa sakit mulai lebih sering menerpa. Perawat secara perlahan mulai menset aliran infus yang bertambah besar setelah sekian menit. Lama-lama sakitnya makin terasa kuat dan sering. Jarak antar kontraksi mulai merapat, kira-kira lima menit saja.
	Beberapa kali HP berdering, entah itu telp, cmail ataupun e-mail. ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/03/06/cerita-kelahiran-3/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Cukuran-potong kuku</title>
		<description>	Kemarin, Selasa 14 Feb 2006, kepala bayi cantik kami menjadi gundul. Kaka mencukur habis rambut Ima chan yang tertidur nyenyak di pangkuanku. Acara cukuran yang terpotong-potong karena batere alat cukur yang dipinjam dari Mahad Hiroo-tempat kaka kerja-itu habis sehingga harus dicharge.
	Besoknya, alias hari ini, kuberanikan diri untuk memotong kukunya. Pipinya ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/02/15/cukuran-potong-kuku/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Masuk-keluar lagi</title>
		<description>	Pagi  ini bayi cantik-Amaturrahman-memuntahkan kembali banyak sekali susu. Saya terkejut dan khawatir sekali. Sebenarnya kemarin juga sempat begitu, tapi sedikit saja. Saya takut dia sakit diam-diam, kerena muntahnya tak seperti gumoh yang saya lihat di bayi rekan yang lain. Tapi diluar itu dia baik-baik saja. Tidak rewel. Hanya terlihat ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/02/10/masuk-keluar-lagi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hari-hari pertama</title>
		<description>	Ima-chan lahir divakum. Kepalanya sedikit terlihat benjol, baru akan membaik dalam beberapa waktu, insya Allah. Dokter anak mengatakan bahwa ia harus tinggal beberapa hari lebih lama di RS. Ia mengkhawatirkan cairan di kepala dan juga karena kulit/mata yang menguning. 
	Karena merasa lebih sehat, saya minta pulang lebih cepat sehari. Setelah ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/02/06/hari-hari-pertama/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Banyak ASI</title>
		<description>	Saran dari mba Nesia (ibu tiga anak) melalui e-mailnya:
	Rieska, salah satu kunci utama agar asi bisa banyak, yang sering dilupakan para ibu menyusui : banyak minum air putih. Usahakan minum satu gelas sebelum dan sesudah mengeluarkan asi. 
	Kalau saya, biasanya minum dua gelas sebelum dan sesudah.  Untuk di Jepang, ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/02/02/banyak-asi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Cerita Kelahiran [2]</title>
		<description>	Rabu, 25 Januari 2006
	Wanita Jepang di sebelah itu sendirian. Dan ia tetap konsisten dengan pengaturan nafasnya. Subhanallah&#8230; Menjelang pukul tiga, perawat datang memeriksa detak jantung bayi. Alhamdulillah,  adik kecil terdengar sehat. Perawat itu  menyarankanku untuk rileks, dan tentu saja: tidur.
	Ternyata aku bisa juga tertidur, meski sesaat sesaat. Lalu ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/02/01/cerita-kelahiran-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Cerita kelahiran</title>
		<description>	Selasa, 24 Januari 2006
	Alarm HP berbunyi pada pukul empat pagi- satu setengah jam menjelang shubuh. Tapi dinginnya udara musim dingin membuat diri ini tak beranjak dari selimut. Baru pada bunyi kesekian kalinya kaka (suami) bergerak mengambil wudhu. Biasanya sebentar kemudian aku segera menyusul. Tapi tiba-tiba saja perut ini mengeras, mulas. ...</description>
		<link>http://risvya.blogsome.com/2006/01/31/cerita-kelahiran/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
