Lintasan Bunda
Lilypie Baby Ticker

January 23, 2006

1.3 Jangan


*intermezzo*

Hari ini suami bilang, bahwa tarbiyah dalam bahasa arab, selain berarti pendidikan, bisa diterjemahkan sebagai pemeliharaan. Jadi jangan heran bila di tempat-tempat perternakan kita bisa menemukan papan bertuliskan ‘tarbiyah ayam’ hehe… Maaf, nih bahasa arabnya ayam ga ingat :D

***
Ada beberapa sikap yang harus dihindari oleh para pendidik, yaitu:
1. Perfeksionis
Maksudnya tentu saja, menuntut anak-anak untuk menjadi sempurna. Padahal, mereka masih punya banyak keterbatasan.

Contoh kasus:
Hoda memperlihatkan rapor sekolah pada ayahnya. Disana tertera tujuh buah A dan sebuah B.
Sang ayah berkomentar, “Wah ayah tahu kamu bisa melakukan yang lebih baik dari ini. Hoda, lain kali ayah ingin melihat semuanya A, ya.”
Lalu rapor itu diletakkan dan tak ada komentar lagi

Cerita lain:
Kakeknya Ali mengirimkan kartu lebaran, sehingga Ali membuat kartu ucapan terima kasih dengan menggunakan komputer ayahnya. Setelah selesai, ia memperlihatkan kartu itu pada ibunya.
“Wah, bagus. Tapi paragraf terakhirnya berantakan sekali. Coba buat lagi” kata ibunya.

Disini kita bisa melihat dua orang tua yang perfeksionis yang menjatuhkan rasa percaya diri/harga diri (self esteem) anaknya dengan cara tak pernah merasa puas pada apa yang dicapai anak-anak mereka. Arahan perbaikan memang diperlukan, tapi setelah kebutuhan self esteem anak terpenuhi. Penting sekali untuk menghargai usaha mereka.

Coba rasakan beda, seandainya ayah Hoda berbicara seperti ini:

“Ayah bangga sekali, nak…Masya Allah…tujuh buah A! Ayah yakin kamu juga senang seperti ayah, ya. Lihat, Allah selalu menghargai orang-orang yang bekerja keras dan berusaha untuk menyempurnakan apa yang mereka lakukan. Allah meridhai apa yang kamu lakukan dan kamu mendapat nilai-nilai yang baik. Selamat ya sayang…”

Lain waktu, barulah sang ayah mengajak Hoda diskusi tentang bagaimana meningkatkan nilai B satunya.

2. Over Proteksi
Ada anak bernama Ahmad, yang ingin belajar skating dengan teman-temannya. Tapi ayahnya melarang karena ia (ayahnya) waktu kecil pernah terluka saat mencobanya. Lalu ada Nuha yang diminta dua keluarga muslim untuk menjaga anak mereka. Tapi ibunya tidak setuju, dengan alasan tanggung jawab besar saat menjaga anak dan takut terjadi apa-apa.

Orang tua Ahmad dan Nuha sangat berusaha menjaga anak-anaknya, tapi mereka melewati batas antara melindungi dan mengecilkan hati (protection-discouragement). Padahal, luka di kaki bisa sembuh, tapi luka akibat dianggap tak bisa akan terasa dalam. Bukankah lebih baik diizinkan untuk mencoba sambil dibekali semangat dan perangkat-perangkat supaya bisa berhasil?

3. Mengejek/menghina
Seringkali, cap-cap terhadap anak mudah dikeluarkan orang tua atau lingkungannya. Si gendut, si gembul, si bawel, dll.

Atau penghinaan seperti yang dialami Fatimah. Ia anak kelas lima SD. Senang sekali menonton TV. Aturan di rumah, ia baru boleh menonton jika PR/tugasnya selesai. Suatu hari deadline PRnya bentrok dengan acara kesayangannya. Ia pun berbohong pada ibunya, bahwa esoknya tak ada tugas yang dikumpul sehingga ia diijinkan menonton. Ternyata keesokan harinya ibu gurunya bertanya tentang tugas itu pada ibunya. Tentu saja ibunya sangat marah. Saat Fatimah sedang bermain lompat tali bersama kawan-kawannya, ia berteriak marah, “Dasar kamu ini pembohong, ya!!!!” Rasanya Fatimah ingin masuk kedalam tanah…

Padahal di QS al Hujurat 49:11 Allah telah melarang orang-orang beriman untuk memanggil dengan panggilan yang buruk. Penting sekali untuk memanggil sesama dengan panggilan yang baik, yang disukainya. Tak terkecuali, anak-anak.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://risvya.blogsome.com/2006/01/23/13-jangan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M